Tampilkan postingan dengan label kata-kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata-kata. Tampilkan semua postingan

Memilih Jalan

09/11/16

Dalam kehidupan, ada banyak pilihan-pilihan yang diberikan kepada kita. Jalan-jalan itu terbentang luas, berjajar, memberikan kebebasan penuh. Karena pada akhirnya jalan yang menentukan ialah setiap dari kita sendiri.

Dalam memilih jalan menuju akhirat pun, Allah memberikan dua pilihan. Inna hadainaahu assabiila imma syakiron wa imma kaafuuron. Jalan kesyukuran dan jalan kekufuran, dua pilihan yang Allah berikan. Karena memang, jalan manusia pada diri merekalah hak mereka dipunya.

Dalam ayat ini, mungkin terlihat Allah memberikan dua pilihan. Tetapi, pilihan itu ada bukan untuk dipilih. Pilihan itu hanya sebagai peringatan, apakah kita mau menetapi jalan hidayah, jalan kebajikan dan kesyukuran, yang pada jalan itu ridho Allah tersemai, atau memilih jalan berhura, berkufur nikmat, dan bersama para keluarga neraka.

Tapi setelah memilih jalan yang pertama, sesungguhnya berjuta cabang telah menanti juga. Jalan-jalan untuk mengabdi pada Sang Pencipta itu memberi kebebasan untuk memilih, pada jalur mana kita akan mengabdi. Ada jalan menjadi pendakwah di daerah pra sejahtera, ada ajalan menjadi pendakwah di ruangan-ruangan megah nan mewah, menjadi oase di tengah kecarutmarutan pemerintah, ada pula jalan dakwah di balik panggung, menjadi para pendidik, menjadi para penulis, menjadi orang-orang yang berdoa untuk kebaikan sesama.

Barangkali memang, kita diberi kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh, tapi saat menempuh suatu jalan, akan ada banyak hak dan kewajiban yang akan kita dapatkan.

Surakarta, 14 Maret 2016

Tentang sukses yang kita cita

05/12/14

Ketika yang lain masih tersibuk dengan buku dan catatan
Kuberingsut menarik diri dari keramaian
Ada kalanya ikhtiar kita henti
Dan kita ganti dengan doa dan puji

Kau pandangku dengan cinta
Kau berfikir aku bisa
Kau berfikir aku menguasainya

Maka senyum manis coba kupatri
Agar kau memahami
Bahwa bukan itu yang terjadi akhi

Karena aku menyadari
Bahwa sukses yang kita citakan
Tiada semata pada usaha dan perjuangan
Ataupun letih dan kepayahan

Karena aku meyakini
Ia terselip pada rengek yang kita ucap
Pada mushaf yang dengan erat kita dekap
Pada derai linangan di malam gelap
Dan simpuh di hadap-Nya saat manusia terlelap.

Karena aku mengakui
Aku lemah, maka aku berharap pada-Nya
Aku bodoh, maka aku meminta pada-Nya
 Aku kerdil, maka aku berlindung pada-Nya

Maka aku mendekap Rabbku
Bersebab jahil dan hina-Nya diriku

Kampung 2 Menara, 12 Shafar 1436H
Teruntuk sahabatku #PasukanLangit, yang ingin mengetahui cara yang kuupaya:)
Huda Syahdan

We'll miss this moment :')

Berkicau bersama Hujan

11/11/14

sumber : madmini

Terkadang hujan malu menampakkan dirinya
Hanya terwakili oleh gerimis dengan rindu terbawa
Menanti akan keberkahan paripurna

Kita merindu hujan
yang menyerta keberkahan
menentram jiwa akan kegalauan
menghidupkan bumi dan menumbuhkan tanaman

Ketika ia mulai menyapa
Satu sunnah acap terlupa
berhujan-hujanan dalam setiap bulirnya
Menikmati setiap bulir kesejukan Sang Pencipta

Maka patutlah tuk kita panjatkan
Segala puji bagi Dzat yang menurunkan hujan
Menambah syahdu dalam setiap amalan
Semoga berkah menyertai setiap guyuran

Ketika hujan mulai mereda
Senja yang menawan terlukis begitu merona
Menentram hati menyejuk mata
Rabbana maa kholaqta hadza bathila

Kampung 2 Menara, 18 Muharram 1435 H

Kehendak-Nya

21/09/14

Ketika kehendakmu tidak sejalan dengan kehendak-Nya
Biarkan kehendak-Nya yang berjalan di atas hidupmu
Karena kehendak-Nya adalah kebaikan untukmu

Ketika inginmu tidak sejalan dengan ingin-Nya
Biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik bagi hidupmu
Karena Dia MahaTahu segala tentangmu

Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu
Bukan kecewa pada Rabb-mu
Tapi kecewa pada dirimu sendiri
Karena tak mampu berdiri di atas ingin-Nya

Hidup harus dijalani, teman
Semenyakitkan apapun
Siap atau tidak
Karena Rabb-mu tidak butuh persetujuanmu
Atas kehendak-Nya

***
Itu puisinya keren banget yak? Puisi ini juga dimuat di majalah AL-HUFFAZH edisi 8, bersama 2 artikelku yang lain, kenapa dia stalking dan karena cinta tak harus memiliki. Secara, aku mas’ul bagian KIS sih -_-

Oke, lupakan yang tadi. Sebenarnya, puisi di atas bukan orisinil bikinanku. Itu puisi yang aku ubah dari yang kutemuin di buku jadul compang-comping. Buku itu tanpa sengaja bisa jatuh di tanganku waktu kelas 3 Mts dulu. Aku udah lupa judul dan nama penulisnya. Tapi semoga, dengan dimuatnya puisi beliau di majalah ini, bisa menjadi amal jariyah bagi beliau kelak di akhirat.

Buku itu berkisah tentang perjuangan beliau untuk terus bertahan hidup setelah divonis gagl ginjal. Puisi itu ditulis bersama dengan beberapa lainnya, yang mungkin beliau tulis saat beliau merasa kematian terasa begitu dekat di sisinya.

Keinsyafan beliau dalam memaknai hidup yang membuatku tertegun. Jujur, aku tertohok banget. Tapi Alhamdulillah, puisi-puisi beliau berhasil aku amankan hingga saat ini. Alhamdulillah. Allah yubaarik fiiha.

Dari kisah beliau, gue menjadi tersadar, bahwa bukan hanya diri ini seorang yang merasakan pahitnya sebuah “kegagalan”. Aku tersadar dari kenaifan, bahwa sebenarnya masih ada berjuta-juta orang yang merasakan hal yang sama. Tapi banyak di antara mereka, berusaha untuk melapangkan hati dalam memaknainya.

Dan aku yakin, kalian juga pernah merasakan hal yang sama. Dan aku lebih yakin, bahwa di antara kalian juga ada yang lancing, mencoba melangkahi Allah. Menganggap suatu hal penting dan berharga, tapi lupa bahwa Allah lebih tahu tentang kebaikan yang hakiki. Astaghfirullah.

Dan aku pengen cerita satu kisah lagi, yang juga berkenaan dengan kehendak-Nya, tapi dengan sedikit perspektif yang berbeda. Dan kisah ini, terjadi di sekelilingku.

Kalian pernah mendengar nama Andi Wiyarto? Beliau adalah sosok super inspiratif yang kini telah tiada. Alumnus kampung dua menara, yang sepak terjangnya begitu mempesona. Subhanallah pokoknya.

Saat itu, bulan Februari 2013. Saat ketika kita ditakdirkan untuk bertemu, bersama mengikuti dauroh Syaikh Abdul Karim hafidzohullah. Saat itu, beliau bercerita tentang kisah hidup beliau.

Beliau bercerita, bagaimana masa-masa hidup beliau sewaktu masih menjadi santri di sini. Beliau bercerita keadaan orangtua beliau yang saat itu biosa dibilang kurang mampu. Beliau juga berkisah, bahwa saat bersekolah di ma’had ini, Syahriyah beliau nunggak berbulan-bulan.

Bahkan, sampai-sampai beliau dipanggil oleh ustadh Ali Mursyidi, kepala sekolah kami berkenaan dengan tunggakan ini. Beliaupun hanya bisa pasrah. “Kalau saat dikeluarkan juga nggak papa ustadz, saya ikhlas”, tutur beliau. Aku rapopo, Cuma itu yang bisa beliau lakukan. Setelah itu, beliau hanya fokus belajar dan mengaji.

Waktu berlalu, tapi kehendak-Nya berkata lain. Teman-temannya satu angkatan, berinisiatif mengumpulkan dana untuk menalangi tunggakan SPP beliau. Sebuah ukhuwah yang masya Allah. Dan singkat cerita, beliau akhirnya mampu menamatkan pendidikan di ma’had ini.

Banyak prestasi yang telah beliau torehkan, mulai dari menjuarai Olimpiade Matematika dan Fisika tingkat Kabupaten, menjadi wisudawan terbaik, hingga nilai UN yang kalau nggak salah nomor 2 se-Jawa Tengah. Ma Syaa Allah.

Prestasi beliau terus bertambah, ketika beliau menamatkan dua pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan mengabdika dirinya untuk Al Qur’an. Dan Alhamdulillah, aku bisa bertemu sosok inspiratif ini.

Tapi, setelah kehendak-Nya yang begitu indah, Allah berkehendak yang lain. Sesuatu yang berbeda dengan yang dibayangkan manusia. Saat beliau mungkin sedang menikmati masa-masa ‘pengantin baru’, beliau tiba-tiba sakit dan divonis menderita penyakit kanker darah atau leukimia. Singkat cerita, beliaupun wafat di usia mudanya. Allahumaghfirlahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu

Sewaktu dauroh dulu, beliau paling atas, tiga dari kiri

***

Begitulah rencana Allah. Ada hal-hal yang nggak bisa kita bayangkan sebelumnya. Ada kebahagiaan, ada kesedihan, tapi yang harus kita yakini bahwa semua itu mengandung kebaikan dan keberkahan.

Mungkin, beliau mas Andi telah tiada, tapi jasanya akan terus dikenang sepankjang masa. Mungkin beliau telah wafat, tapi ruh yang beliau tinggalkan akan selalu membuat kami, santri 2 menara untuk terus bersemangat. Dan mungkin beliau telah meninggal dunia, tapi kami akan terus berusaha untuk meneruskan cita dan perjuangannya.

Karangpandan, 21 September 2014

Cinta

27/08/12

Cinta bukanlah budak dunia
cinta juga bukan nafsu semata
Cinta adalah anugerah rabb kita
yang diberikannya kepada hambanYa

Cinta tak dapat tuk dipaksakan
Cinta adalah sebuah kerelaan
Cinta adalah ujian hidup di dunia
Dengan hjidup bersama orang yang dicinta

Cinta adalah fitrah manusia
Cinta juga bukan pemuasan syahwat saja
Cinta adalah sebuah kasih sayang
Di jiwa hamba berhati tenang

Cintailah Allah dan RasulNya
Cintailah juga Jihad di jalanNya
Dan jangan lupakan orang tua kita
Dan semua umat Islam di dunia

Ku mencintai kalian karena_Nya
Sebagai kewqajiban seorang hamba

Nasehat tuk para ikhwan

Janganlah kau menunggu perempuan,
karena menunggu adalah hal yang menyebalkan

Janganlah kau mendekati perempuan,
karena kau tidak akan rela calon istrimu didekati ikhwan

Janganlah kau mempermainkan perempuan,
karena dia adalah sebuah masa depan

Janganlah kau mengejar perempuan,
karena dia bakalan ketakutan liat wajah kalian

Tapi cintailah perempuan,
karena jika kau mencintai laki-laki berarti kau adalah sebuah permasalahan

Dan yakinlah pada Robbmu,
karena mereka adalah cerminan

Untuk Dia yang Disana



Teruntuk Ukhti …….

Assalamu’alaikum, kaefahaluk? Semoga kau selalu berada di bawah naungan Dzat yang mengetahui segala isi hati ini…

Mungkin kau menganggap surat ini tak berharga, namun bagiku surat ini tak ubahnya seperti harta yang ditinggalkan seorang bapak kepada anaknya, sehingga karenanya Nabi Musa harus menegakkan bangunan di atasnya.

Aku yakin, surat ini bukanlah surat pertama yang nyasar kedirimu, karena kutahu bahwa banyak dari kami, para lelaki yang terjatuh dalam lubang ini. Namun, aku jauga masih yakin, kau masih punya sedikit ruang yang kau persilahkan untuk kuisi harapan dan mimpi-mimpi.

Mungkin kau tidak sadar bahwa kau telah memberi warna baru dalam hidup ini. Dan entah apakah kau tahu, kau ke telah menuntunku ke dalam rangkaian terumit yang tak kutahu cara menahlukannya. Kau telah mengusik malamku dengan kerudung biru itu. Memang hanya sebulan kita bisa bertemu di alam fana ini, namun tanpa kau sadari kau hadir selalu dalam tiap mimpi-mimpiku.

Mungkin kau tidak sadar, bahwa Senin pagi itu telah merubah pola hidupku. Di pagi itu aku merasakan sejuknya Angin Surga yang dihembuskan dengan penuh cinta disaat orang lain terganggu udara panas yang menyesakkan dada. Dan sejak hari itu, semangatku menggebu-gebu untuk memasuki ruangan bambu itu demi melihat seorang bidadari berkerudung biru.

Mungkin kau juga tidak tahu, bahwa senyummu telah menggetarkan hati ini. Menggetarkan hati seorang pemuda yang sedang mencari jati diri. Ditambah lagi perhatian yang kau berikan, membuat pikiran pemuda itu melayang tak karuan dan mengoyak pintu yang selama ini tersimpan dalam labirin kehidupan.

Aku sadar, diriku ini bukanlah Nabi Yusuf, yang ketampanannya melenakan seluruh wanita di kotanya. Aku juga bukan boyband Korea, yang keberadaannya membuat seluruh wanita menjerit histeris.

Aku juga sadar, bahwa aku adalah seorang yang mengemban amanah umat, yang harus selalu berbuat baik, tanpa boleh ,mengeluarkan ralat. Tapi aku juga manusia yang ingin disayang dan dicinta. Dan segumpal daging itu telah memilihmu sebagai orang yang terus mendebarkannya.

Aku cuman ingin mengatakan, bahwa aku mencintaimu. Cinta tulus karena Allah dari dalam lubuk hatiku. Namun kau tak usah risau, karna aku nggak pernah berharap lebih darimu. Aku cuman berharap semoga cinta ini dijadikan suci di atas kalimatNya, tanpa harus menzinai orang yang memilikinya. c:

Jazakillah atas perkenaan hati ukhti untuk membaca curahan hati ini. Semoga kelak kita dikumpulkan di surga Ilahi.

Wassalamu’alaikum
 Terucap salam


Huda
#ternyata aku punya bakat yang terpendam…
:D

Persahabatan

05/07/12

Persahabatan adalah sebuah pengorbanan.
Sebuah rasa yang dilandasi kecintaan, kecocokan, dan persatuan.
Dengannya bunga bermekaran.
Dengannya pula teretas jalan perjuangan.

Aku bukanlah orang yang mengerti tentang persahabatan.
Aku juga bukan orang yang sukses membina pertemanan.
Karna banyak teman yang telah kucampakkan.
Dan tak sedikit kawan yang kukorbankan.

Kadang kutermenung dalam kesendirian.
Mencoba tuk meresapi makna indah persahabatan.
Sebuah tali yang menyatukan perbedaan.
Menjadi kasih suci terindah bagi setiap insan.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS